Jumat, 28 November 2008

Shalat Untuk Pengobatan dan Kesehatan

Sholat untuk pengobatan dan kesehatan

Selain melaksanakan perintah agama, mengobati kerinduan jiwa pada sang Pencipta, sholat juga punya efek yaitu menyehatkan tubuh. Seorang pakar ilmu pengobatan tradisional, Prof H Muhammad Hembing Wijayakusuma, telah melakukan penelitian yang mendalam tentang hal itu. Hasil penelitian itu disebarkannya kepada umat Islam, baik melalui media massa maupun buku yang berjudul “Hikmah Sholat untuk Pengobatan dan Kesehatan”. Bahkan, duduk Tasyahud diyakini bisa menyembuhkan penyakit tanpa operasi.
Apa hubungan sholat dengan kesehatan ? menurut Hembing, setiap gerakan-gerakan shalat mempunyai arti khusus bagi kesehatan dan punya pengaruh pada bagian-bagian tubuh seperti kaki, ruas tulang punggung, otak, lambung, rongga dada, pangkal paha, leher, dll. Berikut adalah ringkasan yang bermanfaat untuk mengetahui tentang daya penyembuhan di balik pelaksanaan sholat sebagai aktivitas spiritual.
Berdiri tegak dalam sholat
Gerakan-gerakan sholat bila dilakukan dengan benar, selain menjadi latihan yang menyehatkan juga mampu mencegah dan meyembuhkan berbagai macam penyakit. Hembing menemukan bahwa berdiri tegak pada waktu sholat membuat seluruh saraf menjadi satu titik pusat pada otak, jantung, paru-paru, pinggang, dan tulang pungggung lurus dan bekerja secara normal, kedua kaki yang tegak lurus pada posisi akupuntur, sangat bermanfaat bagi kesehatan seluruh tubuh.
Rukuk
Rukuk juga sangat baik untuk menghindari penyakit yang menyerang ruas tulang belakang yang terdiri dari tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang dan ruas tulang tungging. Dengan melakukan rukuk, kita telah menarik, menggerakan dan mengendurkan saraf-saraf yang berada di otak, punggung dan lain-lain. Bayangkan bila kita menjalankan sholat lima waktu yang berjumlah 17 rakaat sehari semalam. Kalau rakaat kita rukuk satu kali, berarti kita melakukan gerakan ini sebanyak 17 kali.
Sujud
Belum lagi gerakan sujud yang setiap rakaat dua kali hingga junlahnya sehari 34 kali. Bersujud dengan meletakan jari-jari tangan di depan lutut membuat semua otot berkontraksi. Gerakan ini bukan saja membuat otot-otot itu akan menjadi besar dan kuat, tetapi juga membuat pembuluh darah dan urat-urat getah bening terpijat dan terurut. Posisi sujud ini juga sangat membantu kerja jantung dan menghindari mengerutnya dinding-dinding pembuluh darah.
Duduk tasyahud
Duduk tasyahud akhir atau tawaruk adalah salah satu anugerah Allah yang patut kita syukuri, karena sikap itu merupakan penyembuhan penyakit tanpa obat dan tanpa operasi. Posisi duduk dengan mengangkat kaki kanan dan menghadap jari-jari ke arah kiblat ini, secara otomatis memijat pusat-pusat daerah otak, ruas tulang punggung teratas, mata, otot-otot bahu, dan banyak lagi terdapat pada ujung kaki. Untuk laki-laki sikap duduk ini luar biasa manfaatnya, terutama untuk kesehatan dan kekuatan organ seks.
Salam
Bahkan, gerakan salam akhir, berpaling ke kanan dan ke kiri pun, menurut penelitian Hembing punya manfaat besar karena gerakan ini sangat bermanfaat membantu menguatkan otot-otot leher dan kepala. Setiap mukmin pasti bisa merasakan itu, bila ia menjalankan sholat dengan benar. Tubuh akan terasa lebih segar, sendi-sendi dan otot akan terasa lebih kendur, dan otak juga mempu kembali berfikir dengan terang. Hanya saja, manfaat itu ada yang bisa merasakannya dengan sadar, ada juga yang tak disadari. Tapi harus diingat, sholat adalah ibadah agama bukan olahraga.
Tahajjud = Anti kanker
Sebuah penelitian ilmiah yang lain membuktikan bahwa sholat tahajjud membebaskan seseorang dari pelbagai penyakit. Itu bukan ungkapan teoritis semata, melainkan sudah diuji dan dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Penelitinya adalah dosen fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya, Mohammad Sholeh, dalam usahanya meraih gelar doktor. Sholeh melakukan penelitian terhadap siswa SMU Lukmanul Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya yang secara rutin menunaikkan sholat tahajjud.
Sholat tahajjud yang dilakukan di penghujung malam yang sunyi, kata sholeh, bisa mendatangkan ketenangan. Sementara ketenangan itu sendiri terbukti mampu meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan hidup. Sebaliknya, bentuk-bentuk tekanan mental sepert stress maupun depresi membuat seseorang rentan terhadap berbagai macam penyakit, infeksi dan mempercepat perkembangan sel kanker serta meningkatkan metastatis (penyebarab sel kanker).
Tekanan mental itu sendiri terjadi akibat gangguan irama sirkadian (siklus gerak hidup manusia) yang ditandai dengan pengikatan hormon kortison. Perlu diketahui, hormon kortison ini biasa dipakai sebagai tolak ukur untuk mengetahui kondisi seseorang apakah jiwanya tengah terserang stress, depressi atau tidak.
Untungnya, kata Sholeh, stress bisa dikelola, dan pengelolaan itu bisa dilakukan dengfan eduikatif, cara teknis relaksasi, atau perenungan / tafakur dan umpan balik hayati (bio feed back). Nah, sholat tahajjud mengandung aspek meditasi dan relaksasi sehingga dapat digunakan sebagai pereda stress yang akan meningkatkan ketahanan tubuh seseorang secar natural, jelas sholeh dalam disertainya yang berjudul “Pengaruh Sholat Tahajjjud terhadap Pengingkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik”.
Pada saat yang sama, sholat tahajjjud pun bisa mendatangkan stress, terutam bila tidak dilaksanakan secara ikhlas dan kontinyu karena akan terjadi kegagalan dalan menjaga Homeostatis (daya adaptasi) terhadap perubahan pola irama pertumbuhan sel yang normal, tetapi jika dilaksanakan dengan iklas dan kontintyu akan sebaliknya. Kanker, seperti diketahui, adalah pertumbuhan sel yang tidak normal, kalau melaksanakan sholat tahajjud dengan ihklas dan kontinyu akan dapat merangsang pertumbuhan sel secara normal sehingga membebaskan pengamal sholat tahajjud dari berbagai penyakit dan kanker (tumor ganas), ungkap alumni pesantren lirboyo kediri Jatim ini.
Menurutnya, sholat tahajjud yang dijalankan dengan tepat, kontinyum khusuh, dan ikhlas dapat menimbulkan persepsi dan motivasi positif sehingga menimbulkan mekanisme pereda stress yang efektif.

http://refleksiteraphy.com/?m=artikel&page=detail&no=33

Shalat Untuk Pengobatan dan Kesehatan

Sholat untuk pengobatan dan kesehatan

Selain melaksanakan perintah agama, mengobati kerinduan jiwa pada sang Pencipta, sholat juga punya efek yaitu menyehatkan tubuh. Seorang pakar ilmu pengobatan tradisional, Prof H Muhammad Hembing Wijayakusuma, telah melakukan penelitian yang mendalam tentang hal itu. Hasil penelitian itu disebarkannya kepada umat Islam, baik melalui media massa maupun buku yang berjudul “Hikmah Sholat untuk Pengobatan dan Kesehatan”. Bahkan, duduk Tasyahud diyakini bisa menyembuhkan penyakit tanpa operasi.
Apa hubungan sholat dengan kesehatan ? menurut Hembing, setiap gerakan-gerakan shalat mempunyai arti khusus bagi kesehatan dan punya pengaruh pada bagian-bagian tubuh seperti kaki, ruas tulang punggung, otak, lambung, rongga dada, pangkal paha, leher, dll. Berikut adalah ringkasan yang bermanfaat untuk mengetahui tentang daya penyembuhan di balik pelaksanaan sholat sebagai aktivitas spiritual.
Berdiri tegak dalam sholat
Gerakan-gerakan sholat bila dilakukan dengan benar, selain menjadi latihan yang menyehatkan juga mampu mencegah dan meyembuhkan berbagai macam penyakit. Hembing menemukan bahwa berdiri tegak pada waktu sholat membuat seluruh saraf menjadi satu titik pusat pada otak, jantung, paru-paru, pinggang, dan tulang pungggung lurus dan bekerja secara normal, kedua kaki yang tegak lurus pada posisi akupuntur, sangat bermanfaat bagi kesehatan seluruh tubuh.
Rukuk
Rukuk juga sangat baik untuk menghindari penyakit yang menyerang ruas tulang belakang yang terdiri dari tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang dan ruas tulang tungging. Dengan melakukan rukuk, kita telah menarik, menggerakan dan mengendurkan saraf-saraf yang berada di otak, punggung dan lain-lain. Bayangkan bila kita menjalankan sholat lima waktu yang berjumlah 17 rakaat sehari semalam. Kalau rakaat kita rukuk satu kali, berarti kita melakukan gerakan ini sebanyak 17 kali.
Sujud
Belum lagi gerakan sujud yang setiap rakaat dua kali hingga junlahnya sehari 34 kali. Bersujud dengan meletakan jari-jari tangan di depan lutut membuat semua otot berkontraksi. Gerakan ini bukan saja membuat otot-otot itu akan menjadi besar dan kuat, tetapi juga membuat pembuluh darah dan urat-urat getah bening terpijat dan terurut. Posisi sujud ini juga sangat membantu kerja jantung dan menghindari mengerutnya dinding-dinding pembuluh darah.
Duduk tasyahud
Duduk tasyahud akhir atau tawaruk adalah salah satu anugerah Allah yang patut kita syukuri, karena sikap itu merupakan penyembuhan penyakit tanpa obat dan tanpa operasi. Posisi duduk dengan mengangkat kaki kanan dan menghadap jari-jari ke arah kiblat ini, secara otomatis memijat pusat-pusat daerah otak, ruas tulang punggung teratas, mata, otot-otot bahu, dan banyak lagi terdapat pada ujung kaki. Untuk laki-laki sikap duduk ini luar biasa manfaatnya, terutama untuk kesehatan dan kekuatan organ seks.
Salam
Bahkan, gerakan salam akhir, berpaling ke kanan dan ke kiri pun, menurut penelitian Hembing punya manfaat besar karena gerakan ini sangat bermanfaat membantu menguatkan otot-otot leher dan kepala. Setiap mukmin pasti bisa merasakan itu, bila ia menjalankan sholat dengan benar. Tubuh akan terasa lebih segar, sendi-sendi dan otot akan terasa lebih kendur, dan otak juga mempu kembali berfikir dengan terang. Hanya saja, manfaat itu ada yang bisa merasakannya dengan sadar, ada juga yang tak disadari. Tapi harus diingat, sholat adalah ibadah agama bukan olahraga.
Tahajjud = Anti kanker
Sebuah penelitian ilmiah yang lain membuktikan bahwa sholat tahajjud membebaskan seseorang dari pelbagai penyakit. Itu bukan ungkapan teoritis semata, melainkan sudah diuji dan dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Penelitinya adalah dosen fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya, Mohammad Sholeh, dalam usahanya meraih gelar doktor. Sholeh melakukan penelitian terhadap siswa SMU Lukmanul Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya yang secara rutin menunaikkan sholat tahajjud.
Sholat tahajjud yang dilakukan di penghujung malam yang sunyi, kata sholeh, bisa mendatangkan ketenangan. Sementara ketenangan itu sendiri terbukti mampu meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan hidup. Sebaliknya, bentuk-bentuk tekanan mental sepert stress maupun depresi membuat seseorang rentan terhadap berbagai macam penyakit, infeksi dan mempercepat perkembangan sel kanker serta meningkatkan metastatis (penyebarab sel kanker).
Tekanan mental itu sendiri terjadi akibat gangguan irama sirkadian (siklus gerak hidup manusia) yang ditandai dengan pengikatan hormon kortison. Perlu diketahui, hormon kortison ini biasa dipakai sebagai tolak ukur untuk mengetahui kondisi seseorang apakah jiwanya tengah terserang stress, depressi atau tidak.
Untungnya, kata Sholeh, stress bisa dikelola, dan pengelolaan itu bisa dilakukan dengfan eduikatif, cara teknis relaksasi, atau perenungan / tafakur dan umpan balik hayati (bio feed back). Nah, sholat tahajjud mengandung aspek meditasi dan relaksasi sehingga dapat digunakan sebagai pereda stress yang akan meningkatkan ketahanan tubuh seseorang secar natural, jelas sholeh dalam disertainya yang berjudul “Pengaruh Sholat Tahajjjud terhadap Pengingkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik”.
Pada saat yang sama, sholat tahajjjud pun bisa mendatangkan stress, terutam bila tidak dilaksanakan secara ikhlas dan kontinyu karena akan terjadi kegagalan dalan menjaga Homeostatis (daya adaptasi) terhadap perubahan pola irama pertumbuhan sel yang normal, tetapi jika dilaksanakan dengan iklas dan kontintyu akan sebaliknya. Kanker, seperti diketahui, adalah pertumbuhan sel yang tidak normal, kalau melaksanakan sholat tahajjud dengan ihklas dan kontinyu akan dapat merangsang pertumbuhan sel secara normal sehingga membebaskan pengamal sholat tahajjud dari berbagai penyakit dan kanker (tumor ganas), ungkap alumni pesantren lirboyo kediri Jatim ini.
Menurutnya, sholat tahajjud yang dijalankan dengan tepat, kontinyum khusuh, dan ikhlas dapat menimbulkan persepsi dan motivasi positif sehingga menimbulkan mekanisme pereda stress yang efektif.

http://refleksiteraphy.com/?m=artikel&page=detail&no=33

Shalat dan Manfastnya Bagi Kesehatan

Sholat dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Shalat adalah media seorang muslim dalam berhubungan dengan Allah SWT, Tuhan semesta alam. Di dalam shalat seorang muslim dapat berkomunikasi langsung dan bermunajat, bermohon serta mengadukan segala permasalahan dan problema yang dihadapinya kepada Sang Pencipta. Saat melaksanakn shalat, seorang muslim berhadapan langsung dengan Allah SWT bersimpuh di hadapan-Nya tanpa ada satu hijab pun yang menghalangi. Dengan shalat, seorang muslim akan merasakan ketenangan dan kedamaian.
Selain shalat sebagai media komunikasi dengan Allah, shalat juga merupakan olah fisik sekaligus olah jiwa bila dilakukan dengan tata cara benar sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Gerakan dan waktu-waktu khusus dalam melaksanakan shalat menjadikan shalat memiliki pengaruh yang besar terhadap kesehatan fisik dan mental. Sebagaimana halnya disebutkan Syeikh Mutawalli Asy-Sya’rawi, beliau mengatakan “Apa pendapat kalian, jika ada sebuah benda yang disodorkan kepada pembuatnya lima kali dalam sehari, apakah benda tersebut akan tidak berfungsi?
Jika ada sebuah alat elektronik yang dikontrol oleh pembuatnya sebanyak lima kali dalam sehari, apakah alat tersebut akan mengalami kerusakan? Tentu alat-alat tersebut akan berjalan dengan baik. Sesungguhnya kita adalah ciptaan Allah SWT, saya tidak tahu apa yang dikerjakan-Nya kepada kita. Namun saya berkeyakinan bahwa jika kita berada dalam situasi dan kondisi yang sempit dalam kehidupan dunia, kemudian kita bersimpuh di hadapan-Nya, tentu Dia akan memberikan kelapangan hati pada kita. Apakah ketenangan itu karena Dia telah melakukan operasi terhadap dada kita? Tentu tidak, mengapa? Sebab Dia memiliki kunci segala sesuatu, termasuk kunci dari seluruh permasalahan yang kita hadapi”.
Nabi Muhammad SAW menjadikan shalat sebagi tempat berteduh dan peristirahatan hati sebagaimana dalam sabda beliau: “Telah dijadikan kelapangan ruhaniku berada dalam shalat.” Juga dalam hadits lain beliau mengatakan kepada Bilal apabila hendak melakukan shalat untuk menyuruhnya adzan:”Biarkanlah kami mendapatkan ketenangan dan kedamaian dengan shalat, wahai Bilal…”
Dalam sebuah majalah di London menurunkan laporan tentang hasil penelitian terhadap kondisi sebagian masyarakat; antara orang-orang yang rutin melakukan ritual ibadah dengan mereka yang acuh terhadap ritual ibadah hasilnya adalah mereka yang tidak terbiasa dan tidak rutin melakukan ritual ibadah lebih banyak memiliki tekanan darah lebih tinggi, memiliki hati yang tidak sehat dan memiliki penguasaan emosi yang labil dibandingkan dengan mereka yang biasa melakukan ritual ibadah.
Juga dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. Abdurrahman Al-Umari menemukan beberapa rahasia dan manfaat shalat, baik ditinjau dari kesehatan fisik maupun bathin. Beliau mengatakan: Seorang yang senatiasa melaksanakan shalat akan mendapatkan ketenangan dan ketentraman dalam jiwa. Kondisi jiwa yang tenang dan tenteram akan sangat berpengaruh terhadap keseimbangan produksi hormon dalam tubuh. Keseimbangan antara jasmani dan rohani akan membuat organ tubuh seseorang bekerja dengan baik. Kondisi seperti ini akan memperlambat proses penuaan yang terjadi pada organ tubuh.
Pernyataan ini juga dibuktikan oleh sebuah penelitian yang menyimpulkan bahwa 36 % dari mereka yang melakukan ritual keagamaan memiliki kondisi yang lebih bagus dibandingkan dengan mereka yangtidak melakukan ritual keagamaan. Sementara mereka yang tidak melakukan ritual keagamaan, hanya 26 % saja yang memiliki kondisi kesehatan yang bagus. Juga dalam penelitian, sujud yang dilakukan seorang muslim sebanyak 4 kali dalam sehari memiliki pengaruh yang sangat baik bagi kesehatan fisik seseorang. Gerak yang dilakukan dalam sujud akan memperkuat tulang dan otot terutama otot paha, tumit, dan kaki.
Gerak yang dilakukan dalam shalat juga berfungsi memperkuat ketahanan fisik dari berbagai macam penyakit, terutama nyeri persendian, tulang dan reumatik. Selain itu, gerakan sujud yang dilakukan oleh seorang muslim dalam shalatnya juga akan membuat peredaran darah menjadi lancar terutama peredaran darah dari arah atas menuju bawah.
Selain itu, juga sebagaimana yang dikemukakan oleh Dr. Faris Aazuri ahli penyakit urat syaraf dan persendian yang bekerja di salah satu universitas di Amerika menyatakan: Sesungguhnya shalat yang dilakukan oleh kaum muslimin, yang di dalamnya terdapat gerakan rukuk dan sujud memiliki manfaat yang besar. Kedua gerakan tersebut berfungsi untuk menguatkan punggung dan mampu melenturkan urat-urat yang ada di sekitar punggung. Hal ini akan lebih dirasakan manfaatnya jika seseorang melakukan shalat sejak usia dini.
Kebiasaan melaksanakan shalat akan mencegah seseorang terserang penyakit yang disebabkan oleh melemahnya urat. Kondisi urat yang lemah ini akan mengakibatkan timbulnya rasa sakit yang luar biasa. Juga dalam penuturan Dr. Mushthafa Al-Haffar mengatakan: Posisi sujud memiliki pengaruh dan manfaat yang sangat besar bagi rahim kaum ibu. Selain itu, gerakan sujud yang biasa dilakukan kaum muslimin dalam shalatnya juga memiliki manfaat yangbesar. Di antaranya adalah menekan udara yang ada dalam perut menuju mulut. Kondisi yang demikian sangat bagus bagi kesehatan seseorang. Juga gerakan yang dilakukan pada waktu ruku’ akan dapat menguatkan otot perut, dan juga sangat bermanfaat bagi pencernaan seseorang.
Kemudian pada salah satu hasil penelitian dunia kesehatan menyimpulakan bahwa gerakan ruku’ dan sujud dalam shalat yang dilakukan dalam jangka waktu yang agak lama memiliki manfaat yang sangat bagus terhadap kesehatan hati dan urat nadi. Juga gerakan-gerakan dalam shalat berfungsi untuk mengurangi resiko terganggunya kenerja hati yang saat ini banyak diderita oleh masyarakat Barat yang non muslim.
Baru-baru ini dilakukan penelitian di Prancis, pada penelitian tersebut menyimpulkan bahwa 18 hingga 20 % masyarakat Prancis menderita nyeri tulang dan nyeri punggung. Hal ini diseebabkan oleh kebiasaan mereka yang duduk terlalu lama di kantor. Penelitia tersebut juga menyimpulkan bahwa shalat yang dilakukan oleh kaum muslimin merupakan cara terbaik agar seseorang dapat terhindar dari penyakit punggung.
Untuk lebih jelasnya akan dipaparkan di bawah ini secara rinci manfaat shalat bagi fisik, jiwa dan akal yaitu:
Menguatkan otot dan persendian, sebab gerakan shalat menjadikan semua persendian dan otot manusia bergerak
Menguatkan tulang punggung, mencegah agar tidak kering dan bengkok
menguatkan kondisi sendi-sendi kaki
Gerakan sujud dalam shalat juga memiliki manfaat yang besar. Di antaranya adalah mencegah penumpukan lemak dan mengautkan urat perut dan memperbaiki kinerja pencernaan
Bacaan-bacaan dalam shalat juga berfungsi sebaga latihan pernafasan yang sangat baik bagi kesehatan
Menjadikan fisik manusia secara umum berada dalam kondisi lebih sehat dan menunda penuaan
Sujud yang dilakukan agak lama memiliki manfaat untuk menguragi tekanan darah tinggi
Akan membuat seseorang tidak rentan terserang penyakit hati, membuat perdaran darah menjadai noramal dan sehat, dan mencegah kenaikan kadar kolestrol dalam darah
Prilaku dan sikap hidup mereka yang melakukan shalat dengan benar akan sangat membantu kondisi kesiapannya dalam mengahadapi gangguan yang bersifat psikologis
Para ahli kesehatan menyimpulkan bahwa semakin banyak seorang melaksanakan ibadah-ibadah dalam Islam seperti melakukan shalat dan membaca al-Qur’an maka akan melahirkan kondisi jiwa yang tenang, damai dan tenteram bagi seseorang.
Itulah beberapa manfaat dari shalat yang dilakukan oleh seorang muslim setiap harinya dalam penelitian para ahli kesehatan. Di samping shalat sebagai media komunikasi dengan Allah SWT dan sebagai aset (modal) untuk hari akhirat, ternyata shalat memiliki arti dan manfaat yang sangat luar biasa bagi kesehatan fisik dan jiwa seseorang. Selain dari yang disebutkan di atas masih banyak lagi manfaat dari shalat yang dilakukan sesorang seperti akan mengokohkan keimanannya kepada Allah dan mempunyai kekuatan untukencegah seseorang dari berbuat keji dan kemungkaran serta menuntun seseorang menjadi disiplin dalam berbagai hal.
sumber: http://www.padangekspres.co.id/

Dampak Medis Shalat tahajud

DAMPAK MEDIS SHALAT TAHAJJUD
Satu anjuran yang kerap digemakan setiap bulan Ramadan ialah salat
malam,
tahajud. Apalagi jika dikerjakan pada 10 malam terakhir di bulan
suci itu.
Tahajud termasuk salat sunat yang dikerjakan di waktu malam setelah
tidur
lebih dulu, meski hanya sejenak.
Selain ibadah, salat tahajud juga bermanfaat bagi kesehatan.
Profesor Dokter
Mohammad Sholeh, dosen Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri
Sunan
Ampel, Surabaya, memberikan bukti. Dalam bukunya berjudul Terapi
Salat
Tahajud, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga,
Surabaya,
itu bilang, tahajud bisa mencegah stres dan meningkatkan daya tahan
tubuh
manusia. Tentu, bila itu semua dikerjakan secara teratur dan ikhlas.
Sholeh melakukan studi tahun 1999. Sebanyak 41 siswa SMU Lugman
Hakim,
Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya, menjadi objek observasinya.
Mereka
diminta melakukan salat tahajud saban malam selama sebulan. "Dari 41
orang,
yang bisa bertahan cuma 23 orang," kata Sholeh, yang juga pengasuh
Klinik
Terapi Tahajud di Surabaya. Ke-23 siswa tersebut diminta menunaikan
tahajud
lagi sebulan berikutnya untuk tes tahap kedua. Yang berhasil lolos
tes kedua
19 siswa.
Setelah melaksanakan tahajud, mereka diambil darahnya untuk
diperiksa.
Komponen darah yang diperiksa, misalnya, hormon kortisol. Hormon ini
berkaitan dengan stres. Ikut diobservasi pula kandungan netrofil,
basofil,
eosinofil, monosit, imunoglobulin G (IgG), imunoglobulin M (IgM),
dan
imunoglobulin A (IgA) dalam darah. Komponen itu dipakai untuk
mengecek
sistem imun tubuh relawan.
Hormon kortisol diteliti dengan peralatan radioimmunoassay. Basofil
dan
neutrofil diteliti dengan automatic cel counter systemex 1000.
Sedangkan
imunoglobulin diukur dengan perangkat immunoturbidimetry analyser
hitchi
704. Pengukuran ini dilakukan di Laboratorium Pramita, Prodia, dan
Klinika.
Semuanya di Surabaya.
Selain itu, mereka juga diperiksa kesehatannya, antara lain, lewat
pengecekan hemoglobin, sel darah merah, sel darah putih, dan SGOT
(serum
glutamic oxaloacetic transaminase) dan SGPT (serum glutamic pyruvic
transaminase). SGPT dan SGOT adalah dua tes darah untuk melihat
tingkat
kesehatan liver. Umumnya mereka normal.
Yang menarik, ternyata kelompok pengamal tahajud mengalami penurunan
hormon
kortisol. Pada tahap pertama selama sebulan, kortisol menurun rata-
rata
sebanyak 28,947. Pada tahap kedua, penurunannya lebih tajam, yakni
156,579.
"Ini berarti tahajud menurunkan tingkat stres," kata Sholeh dalam
bukunya.
Stres terkait dengan kekebalan. Jika stres menurun, kekebalan tubuh
meningkat. Itu terlihat juga pada komponen sistem imunitasnya,
seperti
tampak pada studi Sholeh. Menurut Sholeh, meningkatnya respons imun
akan
membuahkan kenaikan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
Tapi sekali lagi ditekankan, pengamal salat tahajud harus ikhlas.
Jika
tidak, akan timbul stres dan penyakit. Sholeh melihat, setelah
menjalani
tahajud, ada beberapa relawan yang mengeluh sakit. Ada yang batuk-
pilek,
pusing-pusing, susah tidak, nafsu makan hilang, dan mengalami
gangguan
pencernaan.
Yang pasti, secara umum sistem imun relawan tadi ikut meningkat.
Dari dua
tahap, limfosit meningkat dari 7,684 menjadi 242,842. Begitu pun
kadar
imunoglublinnya. IgM dari 2,789 menjadi 19,263, IgG dari 23,158 naik
jadi
291,421, dan IgA meningkat ke 90,368 dari 64,632.
Menurut Sholeh, penurunan kortisol terjadi karena pengamal menjalani
tahajud
dengan niat yang ikhlas. Niat ikhlas akan mendatangkan rasa senang,
optimistis, dan persepsi positif. ''Reaksi emosional positif itu
dapat
menghindarkan diri dari stres," ujarnya. Itu tak terjadi jika
relawan
mundur. Mereka dinilai mengerjakan salat tidak ikhlas. Salat yang
dikerjakan
secara tak ikhlas akan mendatangkan rasa tertekan, negatif, dan
rentan
terhadap stres.
Ahli psikoneurologi dari Universitas Airlangga, Profesor Taat Putra,
setuju
dengan kesimpulan Sholeh. Menurut Taat, sistem imun tidak otonom. Ia
dipengaruhi pikiran manusia. Terkait dengan tahajud, ia bilang,
peran
tahajud akan terlihat bila dikerjakan dengan pikiran
tenang. "Pikiran tenang
dapat mengolah stresor dengan baik," katanya.
Sebab, dengan cara itu, sistem metabolisme tubuh akan seimbang.
Misalnya,
hormon kortisol dan adrenalin (atau epinefrin) yang diproduksi
kelenjar
adrenal. Hormon-hormon tadi mempengaruhi sel imun. Semakin banyak
diproduksi
akan mengakibatkan tingginya tingkat stres. Dengan pikiran tenang,
hormon-hormon ini akan berkurang produksinya. "Jadi, dalam salat
tahajud,
fokusnya pada keikhlasan," kata Taat.
Toh, Dokter Chairul Effendi, ahli penyakit dalam di Rumah Sakit
Soetomo,
Surabaya, tidak mau berkomentar perihal hubungan langsung tahajud
dengan
kekebalan tubuh. Tapi ia mengaku bisa menerima kesimpulan bahwa
stres
mempengaruhi sistem imun seseorang. Yang stres jadi kurang imun.
Jadi,
salatlah tahajud dengan ikhlas jika ingin hidup tenang dan sehat.
Aries Kelana, dan Arif Sujatmiko (Surabaya)
[Kesehatan, Gatra Edisi Khusus Beredar Senin, 16 Oktober 2006]

Republika, Jumat, 02 Februari 2007
Prof Dr Mohammad Sholeh
Tahuj Perkuat Sistem Imun Tubuh

Rasulullah SAW nyaris tidak pernah melewatkan satu malam pun kecuali
dengan
shalat tahajud, bahkan di saat peperangan sekalipun. Dulu, shalat
tahajud
diwajibkan. "Setelah turun surat Al-Muzzammil ayat 19 dan 20 baru
disunatkan," ujar Prof Dr Mohammad Sholeh, pengasuh Klinik Terapi
Tahajud
dan trainer salat khusyuk kepada Damanhuri Zuhri dari Republika,
Rabu (31/1)
Mengapa Rasulullah SAW menganjurkan shalat ini, hanya Beliau yang
tahu.
Namun perkembangan sains membuktikan, shalat ini banyak
manfaatnya. "Secara
medispun bisa dibuktikan," ujar pria yang tahun 2000 berhasil
mempertahankan
disertasi doktornya di jurusan Psikoneuroimunologi Unair mengenai
shalat
tahajud untuk sistem imun tubuh ini.
Berikut ini penjelasannya mengenai kajian ilmiahnya tentang tahajud:
Apa alasan Anda tertarik meneliti tentang shalat tahajud dan
hubungannya
dengan sistem imun tubuh?
Pertama tidak ada shalat sunat yang dianjurkan oleh Alquran kecuali
tahajud.
Sedangkan shalat-shalat sunat lain itu hanya sampai pada tataran
hadis
Rasulullah SAW. Kalau shalat sunat tahajud itu ada di dalam surat
Al-Muzzammil ayat 1 sampai 20 terutama pada ayat 1 sampai 10.
Kemudian Surat
Al-Isra ayat 79. Ini alasan logika normatifnya.
Kedua, Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah meninggalkan shalat
tahajud.
Ketiga, tidak ada shalat sunat yang diwajibkan Islam kecuali
tahajjud.
Selama satu tahun Rasulullah mewajibkan umatnya melaksanakan shalat
tahajjud, sebelum turun ayat tadi.
Lalu ada hadis kudsi yang menjelaskan tentang setiap dua per tiga
malam
Allah SWT turun ke langit pertama sambil menyerukan, "Hamba-Ku yang
sedang
ruku dan sujud melaksanakan shalat tahajjud, permintaanmuakan Aku
beri,
doamu akan Aku kabulkan, dosamu akan Aku ampuni." Ditambah dengan
hadis
riwayat Tabrani yang menjelaskan bahwa shalat tahajud itu kebiasaan
yang
dilakukan oleh para orang-orang saleh di jaman dulu dan itu
menyembuhkan
baik fisik maupun psikis.
Logika pengalamannya: saya dulu pernah kena penyakit kangker kulit.
Dokter
sudah angkat tangan. Namun tahajud menyelamatkan saya. Tahun 1982
sampai
1987, setelah itu saya dinyatakan sembuh sama sekali.
Berapa lama disertasi Anda susun?
Enam bulan sudah selesai. Enam bulan penelitiannya. Saya termasuk
tercepat,
1998 sampai 2000. Jadi, dua tahun setengah lebih satu bulan.
Mengapa sistem imun yang Anda teliti?
Dalam tubuh kita oleh Yang Mahakuasa sudah ada yang namanya sistem
imun
(daya tahan tubuh). Daya tahan tubuh itu maksudnya apa? Misalnya,
darah kita
kalau dilihat merah tapi kalau dianalisis darah kita campur dengan
reagen
kemudian dianalisis di laboratorium nanti komponen di dalam tubuh
macam-macam darah itu. Jadi, ada hemoglobin, ada hormon kartisol.
Dosen saya bilang, saya ini banyak mematahkan teori ilmu kedokteran
lama.
Semisal, jantung koroner secara teori kedokteran lama tidak bisa
disembuhkan. Tapi, melalui imunitas imunologi tadi penyakit ini bisa
disembuhkan.
Bagaimana bisa?
Jantung koroner ini penyebabnya tersumbatnya arteri jantung karena
kolestarol. Kolesterol itu adalah lemak yang berwarna kuning yang
berasal
dari makanan yang kita makan diolah oleh tubuh menjadi glikogen
kemudian
diolah lagi menjadi glukosa. Glukosa diolah lagi menjadi kolesterol.
Kalau
orang tidak pernah gerak maka kolesterol akan menyumbat pada organ
yang
tidak pernah digerakkan. Nah, kalau orang itu mau shalat tahajud
berlama-lama seperti Rasulullah SAW, dua rakaat saja semalam,
nantinya akan
ada metabolisme tubuh kita akan bercucuran keringat, bahkan di
ruangan
ber-AC sekalipun.
Keluarnya keringat ini menyehatkan. Karena di dalam tubuh kita ada
metabolisme kolesterol-kolesterol akan dibakar ATP/ADP sehingga
menjadi
energi yang merangsang kelenjar keringat untuk berkeringat. Jadi,
kalau
tidak berkeringat tidak banyak membawa dampak fisik. Kebanyakan
orang shalat
tahajud itu hanya sekadar memburu-buru pahala atau mengejarmaqamam
mahmuda
dalam pengertian sempit.
Maksud Anda dengan maqamam mahmuda?
Shalat tahajjud menjadi Bupati. Untuk tujuan duniawi. Kesehatan dan
keimanan
itu saya kira yang paling tepat untuk maqamam mahmuda.
Bagaimana sampai pada kesimpulan bahwa shalat tahajud berpengaruh
pada
sistem imun tubuh?
Penelitian saya dari 51 siswa SMU yang saya ambil training
sebelumnya yang
usianya sama. Karena syarat penelitian kuantitatif itu harus
homogen. Jadi,
usianya sama yaitu laki-laki antara usia 16 tahun sampai 20 tahun.
Sama-sama
SMU kelas 1 Hidayatullah yang tidak pernah shalat tahajjud sama
sekali.
Kemudian tidak pernah mengikuti tariqah-tariqah dan sebagainya.
Kemudian
saya ambil darahnya sebelum shalat. Kemudian saya ambil darahnya
lagi
setelah shalat satu bulan, saya ambil darahnya lagi setelah dua
bulan.
Aktivitasnya sama, menu makannya sama, usianya sama, sama-sama tidak
pernah
shalat tahajud. Ternyata variabel yang saya teliti, makrofagnya
beda.
Makrofag itu intinya adalah sel imunitas tubuh yang berfungsi untuk
memakan
sel lain yang tidak normal.
Jadi, kalau ada orang kena kista itu menunjukkan bahwa makrofagnya
mengalami
defisiensi. Saya sudah bisa mendeteksi orang itu mengalami
penurunan. Dengan
demikian kalau teorinya dirunut lebih dalam, makrofag tidak akan
berproduksi
kalau yang bersangkutan stress. Kalau dirunut lagi mungkin orang ini
kena
penyakit hati seperti, iri, dengki, sombong. Nah hal yang seperti
ini yang
menyebabkan stress. Nggak pernah qona-ah (puas), tawakal, jadi,
akidah itu
menentukan sekali penyakit seseorang.
Kenapa orang yang sering tahajud tak pusing kepala, padahal dia
bangun
tengah malam?
Karena otak kita ketika shalat tahajjud melepaskan seritonin, beta
endorsin,
dan melatonin yang diproduksi otak. Ketika seseorang shalat
tahajjud,
seritonin, beta endorsin, dan melatonin itu terproduksi. Itu yang
menyebabkan kita menjadi tenang. Karena ketenangan itulah maka
homeostasis
terjaga. Pusing disebabkan karena terganggunya homeostasis, mungkin
bisa
hipertensi atau hipotensi. Shalat tahajud itu kan meditasi tingkat
tinggi.
Itu yang menjaga homeostasis atau kecenderungan untuk tetap dalam
keadaan
normal. Orang sakit itu terganggunya homeostasis. Nah, ketika shalat
tahajud
relaksasinya tercapai secara maksimal maka keseimbangan tubuh
terjaga. Tak
akan ada hipertensi dan hipotensi. Termasuk kolesterol akan dibabat
habis
oleh aktivitas tahajud. Kolesterol akan hilang menjadi energi.

Bagaimana Shalat Tahajud yang Benar ?
Yaitu dilakukan dengan khusyuk, tulus ikhlas, gerakannya seperti
Rasulullah
shalat kemudian kontinyu. Saya merujuk kepada hadis shahih Muslim
yang
diriwayatkan Khuzaifah yang pernah bercerita suatu malam pernah
shalat
tahajjud bersama Rasulullah kemudian begitu mengangkat tangan
sebagai tanda
takbiratul ihram terdengar dari belakang Rasulullah terisak-
isak
karena manangis. Rasulullah kemudian membaca doa iftitah sangat
pelan
setelah itu membaca Al Fatihah sangat pelan sekali setelah itu baca
surat.
Surat yag dibaca Rasulullah tidak tanggung-tanggung yaitu surat Al
Baqarah,
padahal ayatnya ada 286. Ketika sampai seratus ayat kata Khuzaifah
kiranya
disudahi ternyata tidak masih dilanjutkan. Setelah selesai surat
Albaqarah,
ternyata ditambah surat An-Nisaa. Setelah surat An-Nisa, dilanjutkan
membaca
surat Ali Imran. Nah, sehingga satu rakaat saja membaca tiga surat
yang
panjang-panjang kira-kira lima juz lebih. Kata Khuzaifah, "Bukan
hanya di
situ. Setelah Rasulullah membaca surat kemudian ruku yang lamanya
sama
dengan membaca Alqurannya. Kemudian i'tidal sama dengan rukunya.
Kemudian
sujud sama dengan i'tidalnya, setelah itu duduk iftiras sama dengan
sujudnya. Sehingga Rasulullah semalam hanya dua rakaat. Kemudian
tambah satu
rakaat witir keburu sudah Bilal adzan."
Inilah yang saya trainingkan. Tetapi saya tidak ajarkan shalat yang
panjang-panjang itu. Suratnya silahkan apa yang dihapal, tetapi
setelah
membaca surat jangan langsung ruku, disambung lagi dengan dialog,
mengadukan
masalah kepada Allah. Bisa juga kita manfaatkan sebelum ruku kita
mendialogkan segala persoalan yang sedang kita hadapi. Mungkin anak
yang
jauh dari harapan, suami yang punya masalah, ekonomi yang morat-
marit. Itu
diadukan kepada Allah. Jadi, shalat khusyuk itu bukan shalat yang
lupa
segala-galanya.
Kita tidak perlu menargetkan shalat tahajud itu delapan rakaat
ditambah tiga
rakaat witir yang penting bukan kuantitasnya tapi kualitas. Ada
conect,
komunikasi intens dengan Allah bahwa kita sadar sesadar-sadarnya
sedang
shalat menghadap kepada yang Mahakuasa, Mahaagung, Mahasegala-
galanya.
Digemgaman-Nya lah segala urusan. Sehingga kalau kita sudah bisa
seperti itu
nikmat rasanya. Karena itu nikmat maka sayang kalau diputus. Dua
rakaat saja
bisa dua jam setengah.